Hati-Hati Terhadap Praktik Manipulasi Kilometer Mobil Bekas

rekayasa kilometer

Bentuk manipusali atau rekayasa kilometer mobil bekas masih sering dipraktekkan untuk membuat mobil cepat laku. Seperti yang mungkin sudah kalian ketahui, semakin kecil kilometer, maka harga akan semakin meningkat.

Marketing Anov Auto Car di sentra penjualan mobil bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Redy M Rifai mengungkap sejumlah trik oknum pedagang yang merekayasa catatan kilometer mobil bekas untuk memikat konsumen yang kurang teliti.

“Modusnya mengubah angka kilometer di dashboard kendaraan untuk disesuaikan dengan catatan akhir buku record kendaraan dari terakhir kali pemiliknya keluar dari bengkel resmi,” katanya di Jakarta, Kamis 14 Maret 2019.

Contohnya, saat angka riil kilometer perjalanan mobil mencapai 100ribu lebih, pelaku bisa mencurangi dengan menggeser angka ke kilometer terendah sesuai catatan buku servis.

Hal itu bisa digarap pelaku kejahatan dengan mencukil segel kilometer yang tertanam di bagian belakang stir kendaraan untuk memundurkan angka odometer sesuai catatan bengkel resmi. “Biasanya dilebihkan sedikit dari catatan buku bengkel resmi, berkisar 5-10 kilometer,” katanya.

Belakangan modusnya kian canggih, seiring teknologi mobil dengan tampilan odometer yang digital. Praktik seperti ini bisa dinyatakan sebagai tindak kriminal karena berpotensi membahayakan konsumen saat tengah berkendara. Tindak kejahatan itu sebenarnya bisa dijerat dengan Undang-Undang Konsemen ataupun dengan KUHP pasal penipuan.

Ratusan pedagang mobil bekas pada sentra terbesar se-Asia Tenggara itu telah bersepakat untuk menghindari kecurangan tersebut. “Sanksinya jelas, pedagang curang akan didepak keluar dari WTC Mangga Dua karena sudah mencoreng nama baik sentra ini,” kata Redy.