Aturan DP 0% Diduga Terlalu Berisiko Bagi Penjual Mobil Bekas

aturan dp 0% berisiko

Keluarnya aturan DP 0 persen yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih belum memberikan dampak yang signifikan. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada pasar mobil baru, namun juga pasar mobil bekas.

Menurut Sales Supervisor Mobil88 Bekasi, Sandi Kurnia, adanya kebijakan DP 0 persen disebut-sebut terlalu berisiko bagi pedagang mobil bekas, termasuk lembaga pembiayaan (leasing).

“Kalau di mobil seken ada DP 0 persen kayaknya agak berat sih. Asumsinya dengan DP 0 persen ini customer jatuhnya cuma bayar cicilan doang kan,” ujar Sandi ditemui detikcom, di Bekasi, Senin (18/3/2019).

Dikatakan Sandi dengan pemberlakuan DP minim saja saat ini sudah banyak menghasilkan efek negatif karena banyak konsumen yang tidak melanjutkan cicilan kendaraannya. Apalagi jika konsumen membeli mobil bekas tanpa uang muka.

“Dulu kan aturan OJK katakan DP 25 persen. Nah saat ini di wilayah Bekasi saja udah menerapkan DP minim dengan besaran Rp 10-12 juta. Dengan DP minim saja banyak konsumen yang kabur tidak melanjutkan cicilan. Apalagi DP 0 persen,” katanya lagi.

“Mending kalau kreditnya nggak lanjut, mobil bisa ditarik leasing. Nah, ini pernah ada kasus orang sama mobilnya, tahu-tahu hilang entah ke mana,” pungkasnya